18 Kasus Terjangkit Super Flu, Terkonfirmasi di Jatim
Virus influenza A (H3N2) Subclade K atau super flu teridentifikasi di Jawa Timur. Dari 62 kasus ditemukan di Indonesia, sebanyak 18 kasus terkonfirmasi berasal dari Jatim.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Prof Erwin Astha Triyono, mengatakan, kasus ini terdeteksi dari hasil pemeriksaan labolatorium. Di mana, kasus-kasus tersebut ditemukan akhir 2025.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan," kata Erwin, Kamis 8 Januari 2026.
Kasus ini sendiri ditemukan dalam pemeriksaan kasus di Puskesmas Dinoyo, Kota Malang, untuk kasus Influenza Like Illnes (ILI) dan Severe Acure Respiratoy Syndrome (SARI) di RSUD dr. Saiful Anwar.
"Sehingga data kasus yang terdeteksi Influenza A Subvarian H3N2 Subclade K berasal di Kota MalangAdapun rinciannya, 17 orang ILI berdomisili di Kota Malang dan 1 orang SARI dari Kabupaten Pasuruan,β ujarnya.
Berdasar hasil pemantauan dan pemeriksaan, Erwin memastikan 18 kasus tersebut tidak ada riwayat melakukan perjalanan ke luar negeri.
Dari data tersebut, puskemas telah melakukan pemantauan terhadap pasien maupun kontak erat dan sudah dinyatakan sembuh. Dinkes juga melakukan surveilans ILI-SARI.
Tak hanya itu, Dinkes Jatim juga secara rutin memantau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mingguan serta pelaporan hasil pemeriksaan spesimen melalui aplikasi NAR sebagai bagian dari upaya deteksi dini berbasis data.
Termasuk penyegaran petugas kesehatan terkait penanganan ISPA, pneumonia dan influenza.
"Edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat juga terus digencarkan melalui penerapan etika batuk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk vaksin influenza, khususnya bagi kelompok berisiko seperti balita dan individu dengan daya tahan tubuh rendah, menjadi langkah pencegahan penting yang perlu diperhatikan," tandas Erwin.
Dokter spesialis penyakit dalam itu mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan PHBS berupa rutin mencuci tangan memakai sabun, menggunakan masker, termasuk menjaga asupan konsumsi dan istirahat yang cukup.
Advertisement