Akankah Marcos Santos Bertahan di Arema?
Musim panjang yang penuh gejolak akhirnya berhasil dilalui Arema FC di kompetisi BRI Liga 1 2025/2026. Tim berjuluk Singo Edan tersebut resmi menuntaskan musim ini di posisi ke-9 klasemen akhir dengan raihan 48 poin.
Di tengah badai cedera, performa yang naik turun, hingga kehilangan beberapa sosok penting, Arema FC tetap mampu menutup kompetisi di papan tengah. Semangat juang klub kebanggaan Aremania ini pun perlahan mulai tumbuh kembali.
Di balik perjalanan berliku tersebut, sosok pelatih asal Brasil, Marcos Santos, menjadi figur yang paling banyak mendapat sorotan. Bukan hanya karena taktiknya di lapangan, tetapi juga karena loyalitas serta keteguhannya bertahan di tengah situasi yang tidak mudah.
βUntuk saya sebuah kebanggaan musim ini mulai dan selesai di Arema FC,β ucap pelatih asal Brasil tersebut.
Perbandingan Performa Arema FC: Musim Lalu vs Musim Ini
Keberhasilan Arema FC menembus posisi 10 besar di bawah asuhan Marcos Santos musim ini terbilang sebagai lonjakan performa yang luar biasa jika dibandingkan dengan rapor mereka di musim sebelumnya.
Berikut adalah perbandingan kontras performa Singo Edan dalam dua musim terakhir:
Komponen Perbandingan | BRI Liga 1 Musim Lalu (2024/2025) | BRI Liga 1 Musim Ini (2025/2026) |
Pelatih Utama | Joel Cornelli / Ze Gomes (Akhir Musim) | Marcos Santos (Brasil) |
Posisi Klasemen Akhir | Peringkat ke-11 | Peringkat ke-9 |
Total Poin | 43 Poin | 48 Poin |
Catatan Performa | Sempat tidak stabil di papan bawah sebelum akhirnya diselamatkan di akhir musim | Lebih konsisten di papan tengah hingga sukses menembus target 10 besar |
Pada musim lalu (2024/2025), Arema FC mengawali kompetisi di bawah asuhan pelatih Joel Cornelli. Namun, demi mendongkrak performa tim yang sempat tidak stabil, kemudi strategi kemudian beralih ke tangan Ze Gomes menjelang akhir musim. Di bawah arahan Ze Gomes, Singo Edan sukses menutup kompetisi dengan finis di peringkat ke-11 lewat koleksi 43 poin.
Memasuki musim 2025/2026, bersama Marcos Santos, grafik performa Arema FC menunjukkan tren yang jauh lebih positif. Singo Edan berhasil menambah tabungan 5 poin lebih banyak (48 poin) dan sukses merangsek naik dua peringkat ke posisi 9 klasemen akhir.
Marcos Santos Sempat Digoda Klub Lain
Marcos Santos mengaku memetik banyak pelajaran berharga selama bekerja di Indonesia. Menurut pelatih berusia 47 tahun itu, pengalaman menukangi Arema FC bukan sekadar soal urusan sepak bola di lapangan hijau, melainkan juga tentang esensi nilai kehidupan.
βKita yang datang dari luar negeri banyak belajar dari kalian di Indonesia; rendah hati, kesederhanaan,β imbuhnya.
Di balik kebangkitan tim melewati kompetisi yang sengit, Marcos membuka rahasia bahwa dirinya sempat memiliki peluang besar untuk meninggalkan Malang di tengah musim karena tawaran dari klub lain. Namun, ia memilih setia demi menyelesaikan perjuangan bersama anak asuhnya hingga akhir.
βIni kerja keras, kerja sulit, kita mengembalikan jiwa Arema. Berat sekali tapi pemain kerja keras,β tegas Marcos Santos.
Sinyal Bertahan di Malang untuk Musim Depan
Kini, setelah kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia resmi berakhir, Marcos Santos memilih untuk bertolak kembali ke Brasil. Ia pulang kampung sembari menunggu keputusan final dari pihak manajemen terkait masa depannya di Malang.
Marcos tidak menutupi harapannya untuk bisa melanjutkan pekerjaan menakhodai Singo Edan musim depan. Ia menilai Arema FC memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dan berbeda dibanding klub-klub lain yang pernah ia tangani.
βAmin, semoga saja begitu (bertahan). Saya mau berterima kasih kepada Bos Iwan, seluruh manajemen, Inal, Oye, Claudio yang kerja luar biasa,β tutur pelatih berusia 47 tahun itu.
βArema bukan sekadar tim, Arema adalah keluarga yang melibatkan kota Malang. Di Brasil, Arema itu seperti Corinthians atau Palmeiras yang harus selalu bertarung di atas,β ujarnya.
Advertisement