Amalan Istiqamah, Apa Pula Itu Ustadz?
“Sebagai Muslim yang awam, saya sering mendengar seseorang tentang amal ibadah. Amalan itu yang penting istiqamah. Apa sih makna istiqamah dalam hal ini?”
Demikian soalan yang diajukan Saiful Umar, warga Grudo Surabaya, pada ngopibareng.id.
Untuk menjawab masalah ini, berikut penjelasan Kiai Mashudi Muchtar, Pengasuh Pesantren Darul Hikam, Keboansikep Sidoarjo. Berikut selengkapnya.
Definisi menurut para ulama :
Umar bin Khattab R.A : Istiqamah itu Bertahan dalam satu perintah atau larangan dan tidak berpaling darinya
Ibnu Abbas R.A : Istiqamah itu memiliki 3 macam unsur : Istiqamah dengan lisan (Bertahan terus sesuai uapan syahadat), hati (Melakukan segala sesuatu dengan niat yang lurus karena Allah) dan amal (Selalu melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus tanpa terputus).
Imam An Nawawi : Istiqamah adalah tetap dalam ketaatan (Kitab Riyadusshalihin). Jadi istiqamah mengandung pengertian : “Tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah SWT”.
Buah Istiqamah
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka istiqomah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (Fushilat, Ayat 30)
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. (Fushilat, Ayat 31)
نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ
Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Fushilat, Ayat 32)
Lewat ayat di atas, kita bisa mengambil pesan penting mengenai buah dari sikap istiqamah ;
Pertama, orang yang istiqamah akan mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah, ditandai dengan turunnya malaikat untuk membawa kabar gembira.
Kedua, orang-orang yang istiqamah akan mendapat garansi kehidupan yang nyaman dan damai, jauh dari duka lara, dan tegar dalam mengarungi bahtera kehidupan dunia yang hanya sementara ini.
Ketiga, orang yang istiqamah akan mendapatkan kesempatan mulus masuk ke dalam surga Allah.
Keempat, jaminan kebahagiaan yang tidak saja berlaku kepada pelaku istiqamah bahkan keturunanya mendapatkan hal yang serupa berkah keistiqamahan orangtuanya.
Istiqamah tidak saja berlaku pada tataran ubudiyah semata. Istiqamah berlaku dalam konteks akidah, syariah, akhlak, ilmu, dan perjuangan di jalan Allah. (adi)