Arus Balik, Terminal Probolinggo Layani 10 Ribu Penumpang
Dalam dua hari puncak arus balik Lebaran, terjadi lonjakan penumpang yang melewati Terminal Bus Bayuangga, Kota Probolinggo. Terminal bus di Jalan Raya Bromo itu melayani sekitar 10.000 penumpang.
Lonjakan jumlah penumpang sebenarnya sudah terlihat di Terminal Bayuangga sejak H-9 Lebaran. Saat arus balik, peningkatan jumlah penumpang terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026.
Sebanyak 10.599 penumpang berangkat dari Terminal Bayuangga. Sementara sebanyak 8.609 penumpang tiba di terminal di Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
βPeningkatan jumlah penumpang pada arus balik terlihat sejak dua hari terakhir, dengan puncaknya pada Selasa. Hal itu bersamaan dengan hari terakhir libur bagi pegawai,β kata Kepala Terminal Bayuangga, Budi Harjo, Rabu, 25 Maret 2026.
Sebelumnya, saat puncak arus mudik pada H-3 Lebaran, Rabu, 20 Maret 2026, Terminal Bayuangga disinggahi 2.081 penumpang. Sementara itu, jumlah penumpang turun di terminal terbanyak juga terjadi pada hari yang sama, yakni sebanyak 7.108 penumpang.
Pada arus balik, para penumpang kebanyakan menuju wilayah barat seperti, Surabaya, Malang, Solo, dan Jogjakarta. Selain itu sebagian penumpang bertujuan ke a rah timur yakni, Jember, Lumajang, hingga Banyuwangi.
Meski terjadi lonjakan penumpang, kata Budi, jumlah bus yang tersedia masih mampu mengangkut seluruh penumpang.
βPada arus balik, kami menambah satu armada bus tambahan yang beroperasi selama tiga hari dengan tujuan Jogjakarta,β ungkapnya.
Berdasarkan kondisi di lapangan, Budi memprediksi, arus balik pada Sabtu dan Minggu mendatang tidak terjadi lagi peningkatan jumlah penumpang.
βSabtu dan Minggu depan saya prediksi kembali normal seperti sebelum Lebaran,β pungkas Budi.
Seperti diketahui, moda transportasi bus masih menjadi pilihan sebagian warga Probolinggo untuk mudik dan balik Lebaran.
βNaik bus bisa sewaktu-waktu berangkat, tidak perlu khawatir kehabisan tiket,β ujar Shafira, warga Kota Probolinggo yang bekerja di Tangerang Selatan (Tangsel) Banten.
Sebagian warga Kota Probolinggo memilih moda transportasi kereta api (KA). βSaya sejak dulu memilih kereta api untuk perjalanan antar-provinsi,β kata Zakka, mahasiswa Jogjakarta asal Kota Probolinggo.
Advertisement