Calo Tiket Malaysia Mendadak Kaya !
Selongor: Siapa yang sudah bahagia lebih dulu sebelum laga Timnas Indonesia vs Malaysia, berakhir tadi malam ? Jawabannya cuma satu: calo tiket.
Pastinya begitu. Laga antara Indonesia melawan Malaysia, memang membuat para calo tiket sumringah. Dipastikan mereka menjadi orang kaya mendadak gara-gara laga yang berakhir 1-0 untuk kemenangan tuan rumah Malaysia itu.
Maklum, sebanyak 80 ribu tiket terjual ludes. Sebagian sudah diborong para calo tiket, termasuk 10 ribu tiket yang harusnya disediakan untuk suporter Indonesia. Calo tiket Malaysia ini lebih gila lagi. Mereka menaikan harga lima kali lipat dibandingkan harga resmi di loket.
Tidak seperti calo tiket pertandingan sepakbola di Indonesia yang terang-terangan menjajakan 'dagangannya' di sekitar stadion, tapi mereka memilih cara diam-diam. Sejak pagi, para calo tiket ini sengaja menjajaki lebih dulu potensi harga yang akan di lepas ke suporter.
Setelah berhasil membuat langka tiket, mereka mendakati suporter dan menjanjikan akan memberikan tiket. Awalnya, pagi hingga siang, mereka sudah menawarkan tiket seharga RM 50 dari harga resmi RM 22 atau sekitar Rp 66 ribu. Setelah sepakat, tiket tidak langsung di lepas, tapi dijanjikan beberapa jam lagi di tempat yang ditentukan.
Namun mendekati sore hari dan malam hari, penjual calo menikan harga tiket lebih gila lagi, hampir lima kali lipat. Sebagain harga awal yang disepakati dibatalkan. Para calo ini melepas tiket ekonomi untuk tribun Indonesia dengan RM 90 atau sekitar Rp 280 ribu .
Sementara untuk VIP, harga calo mencapai RM 160, atau sekitar Rp 500 ribu. Padahal menurut panitia penyelenggara di sekitar stadion, tiket untuk kategori VIP tidak dijual kepada umum.Hingga satu jam jelang kick-off laga Malaysia kontra Indonesia pada semifinal SEA Games 2017, ribuan suporter masih bergerak mengacak untuk mencari tiket, jika ketemu calo harganya pasti lebih tinggi lagi.
Yang pasti, hari ini para calo tiket Malaysia masih akan menikmati menjadi orang kaya mendadak. Dengan satu lembar tiket meraup untuk minimal Rp 200 ribu, maka menjual 100 lembar tiket sudah menikmati uang Rp 20 juta. Padahal kerjanya cuma borong tiket di panitia. Lalu, duduk sambil lihat orang kebinggungan cari tiket! tom