Dipertandingkan di PON 2028, KODRAT Jatim Target Juara Umum
Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur menyambut antusias masuknya tarung derajat sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Target juara umum pun dicanangkan KODRAT Jatim pada event tersebut.
Berdasar hasil Rapat Koordinasi (Rakor) KONI Pusat, tarung derajat jadi cabor previlage tuan rumah yang akan dipertandingkan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Melihat keputusan tersebut, Bambang Haryo Soekartono selaku Ketua Umum KODRAT Jatim, optimis Jatim bisa mendapat hasil maksimal dibanding edisi sebelum-sebelumnya.
"Tentu ini kabar gembira dan Jatim harus segera bersiap. Dengan persiapan yang baik, target kita adalah juara umum, " kata Bambang kepada wartawan, Jumat 6 Maret 2026, malam.
Menghadapi multi event empat tahun itu, BHS mengatakan Kodrat Jatim sudah merancang sejumlah program pembinaan. Salah satunya, merencanakan pelatihan seni gerak yang akan dipandu langsung oleh Sang Guru Putri Dara Mentari Dradjat dari Perguruan Pusat Tarung Derajat.
"Untuk bisa menjadi juara nomor seni gerak harus kita tingkatkan kualitasnya. Rencananya pada April 2026, kita akan gelar pelatihan dengan dipandu langsung oleh perguruan pusat. Untuk nomer tarung kita sudah mampu bersaing, tapi harus tetap kita jaga dan ditingkatkan, " ucap BHS yang juga menjabat anggota DPR RI.
Selain itu, pria yang akrab disapa BHS itu berharap KONI Jatim segera menerbitkan SK Puslatda untuk tarung derajat. Dengan pemusatan latihan, kualitas atlet semakin meningkat karena program latihan bisa dijalankan dengan pengawasan.
"Tentu harapan kita kuota Puslatda untuk tarung derajat bisa maksimal, karena kita harus tampil di semua kelas untuk mengejar tiket PON yang akan diperebutkan di Pra PON pada 2027 mendatang. Persaingan di tarung derajat ini ketat, dapat 5 atau 6 emas sudah bisa juara umum, " ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian KODRAT Jatim Erwin H. Poedjono menambahkan persiapan menuju PON 2028 menjadi fokus utama organisasi setelah cabang olahraga Tarung Derajat dipastikan akan dipertandingkan dalam PON 2028
โMelalui proses yang panjang dan tidak mudah, tarung derajat akhirnya resmi akan dipertandingkan pada PON 2028. Ini tentu menjadi momentum penting bagi kami di Jawa Timur untuk mempersiapkan atlet sebaik mungkin,โ ujar Erwin.
Menurutnya, sepanjang tahun 2025 tarung drajat Jatim telah mengikuti tiga kejuaraan nasional dengan segmentasi berbeda sebagai bagian dari proses pembinaan dan evaluasi atlet.
Ketiga ajang tersebut, Kejuaraan Nasional Pekan Olahraga Mahasiswa di Solo pada September 2025, Kejuaraan Nasional PON Beladiri II di Kudus pada Oktober 2025, serta Kejuaraan Nasional Pelajar Piala Kemenpora RI di Bandung pada Desember 2025.
Dari tiga ajang tersebut, KODRAT Jatim mencatatkan hasil yang cukup membanggakan. Pada Kejurnas Pekan Olahraga Mahasiswa, Jatim meraih juara umum II dengan perolehan 4 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Sementara pada PON Beladiri II, Jatim meraih juara umum III dengan 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Adapun pada Kejurnas Pelajar Piala Kemenpora RI, Jatim kembali menempati juara umum II dengan perolehan 4 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Sebelumnya, pada 2024, tarung derajat mengawali kebangkitan dengan merebut 2 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu di PON Aceh.
Erwin menilai hasil tersebut menjadi indikator bahwa sistem pembinaan Tarung Derajat di Jawa Timur telah berjalan secara berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa hingga kategori umum.
โPrestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet Tarung Derajat di Jawa Timur berjalan cukup baik dan sistematis. Mulai dari usia dini, remaja hingga dewasa sudah memiliki jalur pembinaan yang jelas,โ ujar pria yang menjabat Dirut PT Dharma Lautan Utama (DLU).
Untuk makin meningkatkan prestasi, KODRAT Jatim rencananya akan segera menggelar Kejurprov BHS Cup 2026. Ajang ini menjadi ajang pembinaan sekaligus mencari bibit-bibit baru dari 38 kabupaten/kota di Jatim.
Terkait target juara umum di PON 2028, Erwin mengatakan peluang cukup terbuka meski tidak mudah. Selain memperbaiki kualitas di nomer seni, tarung derajat Jatim juga memiliki atlet muda yang akan memasuki usia emas (golden age) di PON 2028.
"Kalau dulu usia emas atlet di tarung derajat adalah 27-28 tahun. Tapi sekarang golden agenya 23 sampai 24 tahun. Ini menjadi keuntungan Jatim karena sekarang, atlet-atlet kita yang berprestasi di berbagai kejuaraan masih muda, " pungkasnya.
Advertisement