Dukung Kelas Digital, Dispendik Jember Targetkan Seluruh SD dilengkapi Papan Interaktif Digital
Dinas Pendidikan Kabupaten Jember mulai mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital ke sekolah dasar (SD). Distribusi dilakukan secara bertahap. Langkah ini ditujukan agar proses belajar mengajar semakin interaktif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Kasi Kurikulum dan Pelayanan SD Dinas Pendidikan Jember, M. Irfan Zainul Amin, menyampaikan, distribusi perangkat digital tersebut tidak hanya untuk SDN Banjarsengon 02, melainkan akan menjangkau seluruh SD di Kabupaten Jember.
βKami mengirimkan interaktive flat panel atau papan interaktif digital insya Allah ke seluruh SD se-Kabupaten Jember. Pengiriman ini sudah mulai bertahap," katanya, Kamis, 02 Oktober 2025.
Setelah distribusi bantuan IFP selesai, pihaknya akan memberikan bimbingan teknis terkait pemanfaatannya.
Lebih jauh Irfan menjelaskan, target pengadaan perangkat digital ini mencakup lebih dari seribu SD di seluruh wilayah Jember. Meskipun demikian, proses distribusi dilakukan secara bertahap dan dipantau setiap hari.
βTarget kita adalah seluruh SD, jadi sekitar seribu lebih sekolah akan kita kirimkan. Saat ini distribusinya masih berjalan bertahap, setelah perangkat sampai di sekolah akan dirakit oleh tim ahli, kemudian kita lakukan bimtek agar guru bisa menggunakannya dengan optimal,β tambahnya.
Irfan juga menekankan, penggunaan IFP diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Siswa nantinya bisa merasakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Namun, ia mengakui masih ada kendala di lapangan, terutama terkait akses jaringan internet di beberapa wilayah.
βKendala sinyal tentu masih ada, tidak semua wilayah tersentuh jaringan memadai. Seperti di Banjarsengon 2, dengan kecepatan 50 Mbps masih terasa kurang, bahkan sempat ditingkatkan hingga 100 Mbps. Kami akan terus mencari solusi agar setiap sekolah bisa menerapkan IFP dengan baik,β ungkapnya.
Lebih lanjut, Irfan menjelaskan, digitalisasi pendidikan di Jember sebenarnya sudah mulai berjalan, meskipun angka pasti jumlah sekolah yang mengimplementasikan belum dihimpun secara detail.
"Seperti di SDN Banjarsengon 2 sudah lebih dulu memanfaatkan Chromebook. Kalau dulu Chromebook hanya dipakai saat ANBK, sekarang sudah digunakan dalam pembelajaran sehari-hari. Ke depan, pola ini akan diikuti sekolah-sekolah lain,β pungkasnya.
Advertisement