Emil Dardak Akui Banyak Keluhan MBG Selama Bulan Ramadan
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, angkat bicara banyaknya keluhan terkait Makanan Bergizi Gratsi (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadan.
Ia mengaku, ada banyak keluhan yang disampaikan oleh warga, hal ini berujung pada penutupan 17 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jatim.
Keluhan salah satunya disampaikan masyarakat Bojonegoro, yang menyebutkan adanya sejumlah SPPG belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“SLHS ini memang dipersyaratkan, tetapi bagi yang sudah berjalan dan sedang mengurus itu diperkenankan untuk lanjut (beroperasi),” kata Emil.
Namun demikian, toleransi tersebut tidak berlaku bagi SPPG yang pernah melakukan kesalahan. Jika terbukti melakukan pelanggaran serius maka akan disuspensi.
Pria yang juga Kasatgas MBG Jatim itu mengatakan keluhan masyarakat soal MBG selama bulan Ramadan meningkat. Setelah 17 SPPG disuspensi, pihaknya masih menemukan beberapa permasalahan di daerah.
Beberapa keluhan yang muncul antara lain kemasan tidak sesuai standar BGN. Harusnya menggunakan tote bag, namun menggunakan tas plastik. Selain itu, persoalan lain adalah pembagian buah sudah dikupas dipertanyakan terkait kesegarannya.
“Jadi, kita sering menemukan keluhan di antaranya buah karena mungkin kalau waktu dibagikan, dimakan di tempat, buahnya mungkin sudah dibuka dan ada jam batas waktu kan dari itu disiapkan dan dikonsumsi,” tuturnya.
Namun, permasalahan lain adalah apabila diberikan dalam kondisi tidak dibuka tidak bisa pula dipastikan kesegarannya.
“Istilahnya kalau manggis kan tebak-tebak buah manggis gitu. Jadi, memang kami menyampaikan, tolong dipertimbangkan tuh karena banyak sekali keluhan masalah buah tadi,” pungkas Emil.
Untuk itu, dirinya juga terus intens melakukan koordinasi dengan BGN untuk menemukan formula terbaik terkait pemenuhan gizi selama bulan Ramadan.
Advertisement