Hadiknas, Pengabdian Penjaga SMA 2 Surabaya Dapat Kado Bedah Rumah
Kebahagiaan dirasakan Wandhori selaku Satpam SMAN 2 Surabaya setelah mendapat bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Tuntasnya bedah rumah itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Jalan Dinoyo Baru 47, Surabaya, Selasa 5 Mei 2026.
Wandhori mengaku, bertahun-tahun ia bersama anggota keluarga harus tidur di rumah dengan kondisi kurang layak ditempati.
Beberapa atap bocor, kemudian kondisi beberapa titik rawan roboh. Sehingga, ia kerap tidur di ruang tamu beralaskan tikar.
"Saya dulu tidurnya di ruang tamu karena kamarΒ kondisi bocor. Terus lantainya juga belum keramikan masih plester," aku pria yang sudah bekerja selama 19 tahun itu.
Kini dengan bantuan Pemprov Jatim melalui dana Bantuan Amil Zakat Nasional (Baznas), rumahnya dipermak menjadi lebih bagus dan layak ditempati.
Semua problem yang ada sebelumnya telah dibenahi. Sehingga, ia bersama keluarganya bisa menempati setiap kamar tanpa rasa khawatir air saat hujan melanda.
Ia mengaku, selama bekerja, bayaran sebagai satpam yang di bawah upah minimum membuatnya sulit untuk memperbaiki rumah. Uang tersebut hanya cukup untuk digunakan memenuhi kebutuhan harian dan sekolah anaknya.
Karena itu, saat mendengar program ini ia dengan antusias mengajukan pendaftaran dan terpilih untuk program bedah rumah.
"Saya berterima kasih kepada Ibu Gubernur semoga Jawa Timur semakin maju," ungkapnya.
Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jatim menyampaikan, program bedah rumah menyasar beberapa sektor. Salah satunya pendidikan dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional.
"Dari zakat yang dikumpulkan kan oleh staf di Dinas Pendidikan se-Jatim itu antara lain kemudian bisa ditasarufkan untuk membangun rumah tinggal layak huni," kata Khofifah.
Khofifah mengatakan, program ini juga dilakukan diseluruh wilayah Jatim dengan masing-masing satu penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, secara rinci menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penentuan penerima manfaat.
Salah satunya masa pengabdian tenaga pendidik hingga staf di lingkungan sekolah. Seperti Wandhori yang telah mengabdi selama 19 tahun. Kemudian diikuti dengan kondisi rumah.
"Setelah kita survei di berbagai wilayah, termasuk di wilayah Kota Surabaya ini yang layak mendapatkan bantuan ya termasuk salah satunya adalah Pak Wandhori," kata Aries.
Dengan program bedah rumah ini, Aries berharap, apa yang dilakujan dapat memberi manfaat yang baik bagi masyarakat Jatim.Β
Advertisement