Jelang Puncak Haji 2026, Kemenhaj Ingatkan Pembayaran Dam Wajib Lewat Jalur Resmi
Menjelang fase puncak ibadah haji 2026, pemerintah mengingatkan jemaah Indonesia, khususnya yang menjalankan haji tamattuβ dan memiliki kewajiban dam, agar memahami mekanisme pembayaran dam resmi.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan pembayaran dam di Tanah Haram difasilitasi melalui lembaga resmi Adahi untuk menjamin keamanan, transparansi, dan kesesuaian syariat.
Kemenhaj Ingatkan Mekanisme Pembayaran Dam Haji 2026
Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah RI kembali mengingatkan seluruh jemaah Indonesia agar memahami tata cara pembayaran dam, khususnya bagi jemaah haji tamattuβ yang memiliki kewajiban tersebut.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan pemerintah menghormati keberagaman pandangan fikih terkait pelaksanaan dam.
βPemerintah menghormati keberagaman pandangan fikih yang berkembang di tengah masyarakat. Bagi jemaah yang meyakini dam dapat dilaksanakan di Indonesia, kami mempersilakan melalui mekanisme yang sesuai ketentuan. Sementara bagi jemaah yang meyakini dam harus dilaksanakan di Tanah Haram, pemerintah telah memfasilitasi pelaksanaannya melalui lembaga resmi yang diakui Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi,β ujar Maria dalam siaran pers diterima di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026.
Perbedaan pandangan juga muncul antara sejumlah lembaga. Pemerintah melalui kajian selama empat tahun berpandangan pembayaran dam haji dapat dilakukan di Indonesia. Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia memiliki pandangan bahwa pembayaran dam sebaiknya dilakukan di Tanah Haram.
Pembayaran Dam Haji Resmi Lewat Adahi
Untuk pelaksanaan dam di Tanah Haram, Kemenhaj menetapkan mekanisme resmi melalui program Adahi Project yang telah terintegrasi dengan Nusuk Masar. Skema ini dipilih agar pembayaran dam berlangsung tertib, aman, transparan, dan sesuai syariat Islam maupun regulasi Pemerintah Arab Saudi.
Biaya pembayaran dam haji tahun 2026 ditetapkan sebesar 720 Riyal Saudi (SAR) per jemaah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34.308 jemaah Indonesia di Arab Saudi telah melakukan pembayaran dam melalui mekanisme resmi tersebut.
Maria menyebutkan, pemerintah juga menghadirkan layanan jemput pembayaran dam untuk memudahkan jemaah.
βUntuk mempermudah jemaah, petugas Adahi akan hadir langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap guna melakukan pembayaran dan verifikasi. Skema jemput layanan ini kami prioritaskan terutama untuk membantu jemaah lansia, disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi,β katanya.
Setelah proses transaksi selesai, setiap jemaah akan memperoleh bukti pembayaran resmi sebagai tanda kewajiban dam telah ditunaikan dan tercatat dalam sistem.
Kemenhaj Minta Jemaah Jangan Gunakan Calo Dam
Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan seluruh jemaah agar tidak melakukan pembayaran dam melalui jalur tidak resmi.
βKami mengimbau seluruh jemaah agar tidak menggunakan jasa calo, pihak yang tidak berwenang, ataupun melakukan transaksi di luar sistem resmi. Ini penting untuk melindungi jemaah dari potensi penipuan sekaligus memastikan dana dikelola secara transparan dan ibadah berjalan sesuai syariat,β tegas Maria.
Selain persoalan dam, Kemenhaj juga meminta jemaah menjaga kesehatan menjelang fase Armuzna. Jemaah diminta mulai membiasakan berjalan kaki sesuai kemampuan, mengurangi aktivitas tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta menjaga asupan cairan tubuh.
Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan yang memiliki penyakit penyerta, pemerintah meminta agar segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan maupun ketua rombongan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun.
Layanan Haji Indonesia 2026 Berjalan Lancar
Memasuki hari ke-25 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, layanan haji Indonesia secara umum berjalan lancar mulai dari keberangkatan, kedatangan di Arab Saudi, akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan hingga pendampingan ibadah.
Data terbaru mencatat sebanyak 411 kloter dengan 158.978 jemaah dan 1.641 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara 392 kloter dengan 151.382 jemaah dan 1.568 petugas telah tiba di Makkah.
Selain itu, sebanyak 140 kloter dengan 53.705 jemaah telah tiba melalui Bandara Jeddah. Untuk jemaah haji khusus, tercatat 11.087 orang telah tiba di Tanah Suci.
Advertisement