Kolaborasi Danilla dan Hadad Alwi: Ruang Renungan Spiritual
Sebuah sajian unik dalam bulan Ramadan bagi penggemar musik di tanah air. Penyanyi Danilla berkolaborasi dengan musisi sekaligus pelantun sholawat Hadad Alwi. Rencananya kolaborasi tersebut akan tertuang dalam sebuah konser bertajuk A Journey to Remember pada 28 Februari di MBloc Space.
Keduanya akan menyanyikan syair klasik karya abu Nuwas berjudul Al Iktiraf atau Pengakuan. Dalam kolaborasi ini yang menarik tidak hanya karena perbedaan genre, namun juga karena kedalaman spiritual yang muncul dari pertemuan tersebut.
Hadad Alwi dalam podcast bersama Soleh Solihun menyebut bahwa kolaborasi ini berawal saat mendengar pandangan Danila tentang keberadaan Tuhan. Hadad Alwi mengenang momen pertama ia berbincang dengan Danilla saat menanyakan pertanyaan pada momentum apa Dalnilla merasakan kehadiran Tuhan? Jawaban Danila singkat, namun begitu kuat: "Di semua momentum ada Tuhan Allah."
Dari sini Hadad Alwi mengaku tidak menyangka respons tersebut datang begitu jujur dan terbuka dari sosok musisi dengan latar belakang berbeda. βSaya langsung menangis. Jawabannya menampar saya, mengingatkan bahwa kadang kita sendiri lupa kalau Allah hadir di setiap detik hidup,β tuturnya dalam podcast tersebut.
Koneksi batin itu menjadi landasan mereka dalam menggarap ulang syair klasik karya penyair sufi Abu Nawas, Al Iktiraf. Lagu tersebut sebelumnya dikenal luas dalam versi Hadad Alwi, tetapi kini hadir dengan warna baru melalui karakter vokal Danilla. Danilla menyebut bahwa dirinya merasa nyaman sejak perjumpaan pertama dengan Hadad Alwi. βAbi itu manusia paling asik. Tidak menghakimi, tidak membuat aku merasa kecil. Dia bikin semua prasangka gugur,β ujarnya. Danilla menambahkan proses kreatif lagu ini terasa alami. Hal ini karena dirinya dan tim, termasuk produser musik Lafa Pratomo, memang sering berdiskusi tentang kedamaian batin dan rasa syukur.
Danilla sendiri memilih memusatkan perjalanannya pada kedamaian pribadi. βAku percaya semua skenario hidupku adalah yang terbaik. Aku hanya minta dijauhkan dari iri, dengki, dan prasangka,β ungkapnya. Lagu Al Iktiraf versi terbaru akan dipentaskan pertama kalinya dalam. Konser tersebut juga akan menghadirkan deretan musisi lintas genre seperti Is Pusakata, Bilal Indrajaya, dan Novia Ayla.
Konser ini menurut Hadad Alwi sebagai ruang kontemplasi yang mengajak penonton mengekspresikan rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah dalam suasana intim. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa musik mampu menjadi ruang perjumpaan spiritual, melampaui batas genre dan latar belakang. Pertemuan dua musisi dengan karakter berbeda justru menghasilkan karya yang merefleksikan pencarian makna, kerendahan hati, dan keterhubungan manusia dengan Sang Pencipta. Dengan respons hangat dari publik, Al Iktiraf versi Hadad Alwi dan Danilla diharapkan menjadi salah satu kolaborasi paling berkesan pada Ramadan tahun ini.
Sekelumit Tentang Danilla
Danilla Riyadi adalah penyanyi dan penulis lagu Indonesia yang dikenal karena karakter vokalnya yang lembut, hangat, dan penuh warna emosional. Perempuan kelahiran Jakarta 12 Februari 1990, Danilla tumbuh dalam keluarga musisi. Ia lahir dari keluarga musisi. Ibunya, Ika Ratih Poespa dikenal sebagai seorang penyanyi hazz. Sedangkan sang ayah, Wansyah Fadli merupakan seorang vokalis dan gitaris band.
Meski awalnya menekuni dunia modeling, Danilla kemudian terjun ke musik dan merilis album debut βTelisikβ pada 2014. Album langsung mendapat sambutan positif. Musiknya yang perpaduan folk, jazz, dan pop yang segar menjadi daya tarik sendiri bagi penikmat musik tanah air. Lagu seperti βBuaianβ dan βSenja di Ambang Piluβ langsung melejitkan namanya di kancah musik indie. Danilla kemudian melanjutkan perjalanan musiknya dengan album βLintasan Waktuβ (2017), yang menampilkan sisi musikal lebih eksperimental dan menunjukkan kematangan artistiknya.
Selain itu Danilla juga aktif berkolaborasi dengan musisi lain seperti Sal Priadi, Diskoria, Kunto Aji, hingga Eva Celia. Dengan suara yang khas dan kualitas musikal yang konsisten, Danilla terus menjadi salah satu sosok penting dalam perkembangan musik alternatif Indonesia.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement