Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya, Khofifah Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengingatkan seluruh calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci untuk senantiasa menjaga kesehatan menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
Saat ini, berdasar informasi yang diterima bahwa Arab Saudi tengah mengalami cuaca panas ekstrem. Sehingga, patut diantisipasi bersama untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan.
Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik dan mental, serta menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan dan kemabruran haji.
Khofifah yang juga Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan, pihaknya seluruh petugas akan memberi layanan terbaik dari sebelum, saat proses ibadah, maupun sesudah.
"Insya Allah kami siap memberikan layanan terbaik. Panjenengan yang tenang dan aman, Insya Allah semua dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT, diparingi kesehatan sedanten, yang berangkat haji sehat, yang dirumah juga sehat,β kata Khofifah saat melepas keberangkatan Kloter 1 Embarkasi Surabaya di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu 22 April 2026.
Tak hanya itu, ia juga berharap seluruh jemaah haji bisa menaati dan menghormati setiap peraturan yang berlaku. Serta, tetap menjaga ketertiban dan kekhidmatan dalam menjalankan ibadah.
Mantan Mensos RI itu mengatakan, keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji merupakan anugerah yang amat besar dan patut disyukuri bersama.
βBapak Ibu semua adalah tamu Allah, diundang khusus oleh Allah. Panjenengan adalah orang-orang terpilih. Maka, laksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan penuh kesungguhan, jaga kesehatan, jaga kekhusyukan, ikuti tuntunan manasik haji yang telah dipelajari dalam berbagai kegiatan pembinaan sebelumnya,β ujarnya.
βSemoga perjalanan ibadah haji ini menjadi perwujudan dari doa dan harapan Bapak dan Ibu sekalian untuk meraih derajat haji yang mabrur dan membawa keberkahan sepulangnya ke tanah air,β pungkasnya.
Untuk diketahui, di kloter pertama ini total 380 jemaah, terdiri dari 376 jemaah dan 4 petugas kloter. Dan dalam kloter ini tercatat calon jemaah haji termuda yakni Mari Muhammad Chandra berusia 15 tahun, sedangkan calon jemaah haji tertua yakni Suridan Temo Sakin berusia 86 tahun.
Advertisement