Mahasiswa UIN Khas Jember Dikeroyok Usai Nobar di Alun-Alun
Malam penuh teror dialami seorang mahasiswa UIN Khas Jember bernama Rico Setiawan, warga Wonosari, Bondowoso. Dia menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda tak dikenal. Pengeroyokan terjadi di Jalan Lumba-lumba, Kecamatan Kaliwates, Jember, usai nonton bareng pertandingan sepak bola di Alun-Alun Jember, Rabu, 08 Oktober 2025.
Rico menceritakan, saat dirinya bersama seorang teman keluar dari Alun-alun Jember sudah merasa tidak enak. Mereka dibuntuti sejumlah pengendara motor. Awalnya hanya dua motor, namun jumlahnya bertambah hingga sekitar sepuluh orang.
Meskipun merasa dibuntuti, korban berusaha tetap tenang. Namun, sesampainya di Jalan Lumba-lumba, tiba-tiba korban dihadang oleh para pelaku. Tanpa alasan yang jelas, korban ditarik, ditendang, dipukul. Lalu, mereka mengambil paksa pakaian korban yang terdapat atribut perguruan silat.
Rico yang merupakan seorang pesilat mengaku sempat melawan, namun jumlah pelaku yang terlalu banyak membuatnya tidak berdaya. Di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Lumba-Lumba, Rico dipaksa turun dari motor, ditahan bajunya, lalu dipukuli bertubi-tubi. Bahkan, para pelaku juga sempat memukul teman korban, namun kondisinya tak separah korban.
“Awalnya ada dua sepeda motor, ada yang bonceng tiga dan dua. Terus tambah banyak sampai sekitar sepuluh orang. Saya dihadang, disuruh berhenti, lalu baju perguruan saya langsung ditarik paksa. Mereka sambil menendang, memukul, dan mengeroyok saya,” katanya saat ditemui, di Polres Jember, Kamis, 9 Oktober 2025.
Akibat pengeroyokan tersebut, Rico mengalami luka lebam di tubuh dan bekas cakaran di punggung akibat tarik-menarik saat bajunya dirampas. Meski sempat jatuh, Rico bangkit dan pulang ke kontrakannya seorang diri dalam kondisi terluka.
“Saya terluka di bagian badan karena ditendang. Di belakang ada bekas cakaran waktu mereka tarik baju saya. Saya pulang sendiri ke kontrakan,” jelasnya.
Atas kejadian itu, Rico melapor ke Polres Jember. Rico sudah menjalani pemeriksaan dan diarahkan untuk melakukan visum di puskesmas.
“Tadi saya sudah membuat laporan. Sudah sempat dimintai keterangan dan saat ini disuruh ke Puskesmas untuk melakukan visum," pungkasnya.