Mencegah Kemungkaran, Ini Pesan Islam
Bila Anda mencari-cari kesalahan orang lain yang tidak nampak,yang tersembunyi dari pengetahuan Anda. Ini baru tidak boleh dan terlarang dalam Islam.
Tapi kalau kesalahan itu nampak di depan mata maka bukan tajassus namanya. Ketika kesalahan-kesalahan dan kemungkaran itu bertebaran di depan mata maka yang mesti Anda lakukan adalah mentaati perkataan Nabi shallallaahu alaihi wa sallam dan melaksanakannya semampumu,
Man ra'a minkum munkaron fal yughayyirhu biyadih, fa in lam yastathi' fabilisaanih, fa in lam yastathi' fabiqalbih, wa dzalika adh'aful iman.
Siapa saja diantara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Jika dengan lisan pun tak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itu ( mengingatkan dengan hati ) adalah selemah-lemah iman. (HR. Muslim)
Pada hari Akhirat anda akan ditanya, kenapa ketika melihat begitu banyak kemungkaran dan kesalahan-kesalahan yang tersebar di masyarakat anda hanya diam saja. Sementara anda memiliki ilmu dan kemampuan untuk meluruskannya.
Satu-satunya jawaban terbaik yang bisa anda berikan adalah karena anda takut untuk mencegah kemungkaran. Sehingga anda hanya mampu mencegahnya dengan hati, dan itu adalah bentuk selemah-lemah iman. Mari kita sama-sama merenungkan hadits berikut ini, Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,
ุฅู ุงููู ุชุนุงูู ููุณุฃู ุงูุนุจุฏ ููู
ุงูููุงู
ุฉ ุ ุญุชู ูุณุฃูู ู
ุง ู
ูุนู ุฅุฐุง ุฑุฃูุช ุงูู
ููุฑ ุฃู ุชููุฑู ุ ูุฅุฐุง ููู ุงููู ุงูุนุจุฏ ุญุฌุชู ูุงู : ูุง ุฑุจ ุฑุฌูุชู ู ูุฑูุช ู
ู ุงููุงุณ
" Sesungguhnya Allah benar-benar akan bertanya kepada seorang hamba pada hari kiamat, sehingga Allah berfirman, โ Apakah yang menghalangimu dari mencegah sebuah kemungkaran ketika kamu melihatnya ?โ. Maka apabila Allah telah mengajarkan hujjah kepada hamba tersebut, ia akan menjawab, โ Wahai Rabbku, aku mengharapkan Mu tetapi aku sangat takut kepada manusia โ.
Oleh karena itulah, sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu anhu berkata :
ุงูู
ุคู
ู ู
ุฑุขุฉ ุฃุฎููุ ุฅุฐุง ุฑุฃู ููู ุนูุจุง ุฃุตูุญู
โSeorang Mukmin itu ibarat cermin bagi saudaranya, kalau ia melihat ada suatu aib pada ( saudara )nya maka ia akan memperbaikinya โ. ( Atsar shahih dikeluarkan oleh Imam al Bukhari : 238 )
Bila kita diibaratkan cermin, kenapa harus marah ketika ada seorang teman yang ingin menyingkirkan kotoran di kita .....!!! Itulah pesan penting para kiai sepuh di Jawa, yang bisa menjadi perhatian kita bersama. (adi)
Advertisement