Menguak Rahasia Pocong, Ternyata Begini
Di area pameran Pesona Tlatah Jawa-timuran (PTJ) Ngopi Bareng Gus Ipul 2017, selalu muncul pocong. Baik saat event sepekan diΒ Ngawi, Blitar, Trenggalek, Probolinggo, maupun saat ini di Alun-alun Situbondo.
Pocong gentayangan ini membuat anak-anak semburat, lari ..! Tapi banyak juga yang merapat. Minta foto selfie bareng.
Seperti di Alun-alun Situbondo, tadi malam, Β pocong muncul di area photobooth. Spontan banyak yang minta selfie bareng. Cuma, eiiit, ada syaratnya. Ngisi kotak amal dulu seiiklasnya. Kaleng roti untuk masukkan uang Β sudah siapkan sang pocong. Kalau sudah ngisi tips ke kaleng, sang pocong baru mau diajak foto bareng.
Porong matrek ini, tak lain jadi sumber kehidupan Nur Syahbani, yang asal Jogyakarta. "Semua tour ngopi bareng Gus Ipul saya ikut, Alhamdulillah hasilnya lumayan," ujarnya pada ngopibareng.id saat ngobrol-ngobrol usai pameran tadi malam.
Siapa Bany -- begitu laki-laki kerempeng ini biasa dipanggil? Ternyata, ia anak yatim.
Keluarganya jadi korban musibah gempa di Bantul, Yogyakarta tahun 2006 lalu. "Keluarga saya tidak ada yang selamat, Β semua meninggal kena gempa, saya sendiri yang selamat karena lari," kisahnya.
Hidup ontang-anting sebatang kara, ia berkenalan dengan Rochim, pedagang kelinci asal Batu Malang. Ia pun kerja jaga stand kelinci. Tak lama berselang, ia berpindah profesi jualan kerak telor.
Ikut berpindah dari satu pameran ke pameran berikutnya --- dan selalu tidur di lokasi pameran --- Bany mengamati, orang-orang yang datang ke pameran semuanya mau senang-senang. Belakangan juga trend selfie. Nah, Bany lantas punya ide, gimana kalua ia macak pocong. Modalnya juga dikit, Cuma kain putih dan make up menor.
Tiap habis Mahrib, atau pengunjung mulai ramai, keluarlah pocong menyeramkan versi Bany ini. Berdiri di tempat strategis dengan kaleng amal di depannya.
Hasilnya?
Luar biasaa!! Misalnya? "Saat ngopi bareng pertama di Alun-alun Ngawi, selama pameran saya dapat Rp 5 juta rupiah, malah Pak Bupati ikut selfie ngasih Rp 50 ribu," ujarnya sambil tertawa.
Di Blitar atau Trenggalek tak kalah jos. Permalam dapat hampir Rp 1 juta rupiah.
Di Alun-alun Probolinggo, Semipro kemarin, ia juga ngantongi hampir lima juta rupiah. "Semoga di Situbondo juga besar hasilnya Mas," ujarnya.
Besarnya penghasilan macak pocong, membuat ia tak mau lagi jual kerak telor atau jaga stand kelinci. " Saya sudah nyaman jadi poncong," ujar lelaki yang mengaku belum pernah bertemu pocong ini.
Habis pameran, Bany biasanya macak keren, rapi,Β kayak mau ke pesta, bersepatu, celana jeans dan jaket mahal. Tapi tidurnya ya di area pameran.
Begitulah Β rahasia Bany, si pocong, anak yatim asal Jogyakarta di area pameran PTJ Ngopi Bareng Gus Ipul 2017 ini.
Tour PTJ 2017 ini disponsori Kapal Api dan motor Honda MPM. (dmr)
Β
Β
Advertisement