Pemkab Jember Bantu Percepatan Pencairan Honor Guru Ngaji di Patrang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus berupaya menuntaskan penyaluran honorarium bagi para guru ngaji tahap pertama, di Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang. Diketahui, guru ngaji di Kelurahan Patrang belum menerima honor akibat terkendala teknis.
Kabag Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, mengatakan, sesuai jadwal awal, 16 Oktober 2025 seharusnya menjadi hari terakhir pembagian honor guru ngaji tahap pertama di 23 kecamatan. Namun, sejumlah kendala administratif membuat sebagian wilayah belum bisa menerima haknya.
“Sebagaimana data yang kami rilis, seharusnya tanggal 16 Oktober 2025 hari terakhir kami membagikan honorarium guru ngaji. Namun dalam perjalanannya masih ada beberapa hal yang terkendala,” katanya, Jumat, 17 Oktober 2025.
Hafid mengungkapkan salah satu kendala terbesar terjadi di Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang. Hampir seluruh penerima di Kelurahan Patrang belum bisa menerima honor. Hal itu disebabkan petugas verifikator dan pendamping desa belum menyelesaikan proses asesmen dan pengiriman berkas.
“Di Patrang, hampir satu kelurahan belum bisa kami bagikan karena petugas verifikator belum menuntaskan asesmen. Kami terus koordinasi supaya data bisa segera rampung,” ungkapnya.
Kendati demikian, secara umum penyaluran berjalan lancar. Hingga kini, 23 kecamatan telah menerima honorarium tahap pertama dengan jumlah penerima mencapai 14.600 orang dari total 15.175 penerima yang tercantum dalam SK.
Sebanyak 575 penerima tahap pertama belum menerima karena terkendala NIK dan nama dalam sistem perbankan. Atas persoalan tersebut tim Pemkab Jember telah berkoordinasi dengan Bank Jatim selaku penyalur. Dipastikan hari Senin atau Selasa pekan depan seluruh guru ngaji menerima penyaluran honor tahap pertama.
“Untuk tahap pertama kami sudah menyalurkan ke 23 kecamatan. Ada sebagian kecil yang tertunda karena perbedaan nama dan NIK,” ujarnya.
Lebih jauh Hafid menjelaskan, penyaluran tahap dua untuk delapan kecamatan lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi. Jumlah penerima di tahap ini mencapai sekitar 6.700 guru ngaji dari wilayah Arjasa, Ajung, Gumukmas, Umbulsari, Silo, Rambipuji, Bangsalsari, dan Gumukmas.
Hafid menegaskan pihaknya akan terus kerja sama dengan Bank Jatim yang menjadi kunci percepatan penyelesaian kendala teknis tersebut. Dengan sinergi yang baik, diharapkan seluruh penyaluran honor guru ngaji di 31 kecamatan dapat rampung paling lambat pada pekan depan.
“Insyaallah pekan depan semua kecamatan sudah selesai pencairan. Walaupun masih ada satu-dua penerima yang tertunda, itu hanya masalah teknis kecil seperti perbedaan huruf atau NIK. Kami pastikan tidak ada guru ngaji yang terlewat,” pungkasnya.