Antisipasi Krisis Energi, Pemprov Jatim Gelar WFH Setiap Rabu
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai pekan depan, Rabu 1April 2026.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, kebijakan ini diambil menyesuaikan arahan Pemerintah Pusat mengantisipasi potensi krisis energi akibat situasi geopolitik global kian memanas di Timur Tengah.
Skema WFH ini dipilih dibanding work from anywhere (WFA), sebab ia menjelaskan jika WFA bisa dilakukan di luar yang berpotensi tetap akan mengeluarkan banyak energi. Selain itu, jika WFH dapat termonitor oleh keluarga di rumah.
βSehingga mereka yang di rumah pun terkonfirmasi bahwa ini sedang bekerja, jangan diganggu. Kira-kira begitu,β kata Khofifah dalam apel pagi pasca Lebaran di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Rabu 25 Maret 2026.
Terkait pemilihan waktu pelaksanaan WFH, mantan Menteri Sosial RI itu, pihaknya telah melakukan kajian bersama tim di internal pemerintahan. Ia menyebut, WFH dipastikan tidak dilakukan hari Jumat.
Hal ini ditentukan karena berdasar kajian jika hari Jumat ada kecenderungan libur lebih panjang. Apabila libur panjang kemudian melakukan perjalanan jauh maka tidak akan tercapai efisiensi energi.
Karena itu, ia menyebut WFH sendiri akan dilakukan setiap hari RabuΒ atau tengah-tengah antara libur panjang. Sehingga bisa mengurangi penggunaan BBM dengan efektif.
βMulai minggu depan WFH kita jatuhnya pada hari Rabu. Jadi, enggak enggak long weekend ya. Jadi, kalau hari Senin, Selasa, Rabu tengah-tengah, kemudian Kamis dan Jumat kita bekerja maksimal,β ujarnya.
Namun demikian, Khofifah tetap menekankan agar seluruh layanan tetap berjalan 100 persen tidak ada yang berkurang. βLayanan kita sudah harus berjalan 100 persen,β pungkasnya.
Advertisement