Polda Jatim Ingatkan Masyarakat Tidak Boleh Takbir Keliling
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur akan menggelar serangkaian kegiatan pengamanan di malam takbir pada 19 dan 20 Maret 2026. Hal ini ditandai dengan apel gelar pasukan di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis 19 Maret 2026.
Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengatakan, kegiatan tersebut masih dalam rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2026.
"Kita mengantisipasi dinamika kegiatan masyarakat yang makin tinggi. Artinya dalam 1-2 hari ke depan kita akan menghadapi Idul Fitri," kata Iwan usai apel pasukan.
Ia mengatakan, meski ada perbedaan jatuhnya 1 Syawal 1447 H namun pihaknya akan serius mengamankan pelaksanaan persiapan, kegiatan dan pasca ibadah salat id agar berjalan aman.
Salah satu yang jadi fokus penanganan adalah kegiatan takbir keliling. Sebab, pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak melaksanakan takbir keliling.
"Nah, tentunya Polda Jatim yang tergabung dalam Operasi Ketupat telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Di antaranya, malam Idul Fitri atau identik dengan adanya takbir. Nah, takbir itu diimbau oleh pemerintah untuk dilaksanakan tidak secara berkeliling," ujarnya.
Selain itu, kepolisian juga mengantisipasi adanya pergerakan manusia dari luar menuju Kota Surabaya saat malam takbiran. Untuk itu akan dilakukan penyekatan untuk mengantisipasi keramaian maupum ancaman gesekan antar kelompok.
Apabila melakukan takbiran, Iwan mengimbau masyarakat cukup melaksanakan melalui muasala atau masjid tanpa harus berkeliling.
"Polda Jatim mengimbau kepada masyarakat agar bisanya tidak melaksanakan takbir secara keliling yang akan melaksanakan takbir malam ini. Cukup di tempat masing-masing, mungkin di musala masing-masing, di masjid masing-masing untuk melaksanakan takbir bagi yang besok akan melaksanakan Idul Fitri atau 1 Syawal," pungkasnya.
Advertisement