Sang Sufi, Kalkun dan Perenungan
Di pasar Mulla Nasruddin melihat orang-orang mengerumuni seekor burung kecil, dan mereka berani membelinya dengan harga yang tinggi.
βTentu harga burung dan unggas sudah naik,β pikir Mulla. Dia lalu pulang ke rumah. Setelah dikejar-kejar, akhirnya dia berhasil menangkap kalkunnya yang sudah tua.
Di pasar mereka hanya berani membeli ayam itu dengan harga dua mata uang perak.
βItu tidak adil,β kata Mulla, βKalkun ini besarnya beberapa kali lipat dari burung yang ditawar dengan harga tinggi itu.β
βTapi burung itu seekor betet, ia dapat berbicara.β
Mulla memandang sekilas ke arah kalkunnya yang terkantuk-kantuk di tangannya.
βKalkun ini bisa berpikir!β kata Mulla. (adi)
Advertisement