Sumenep Langganan Gempa dalam Sebulan Terakhir, Jumat Pagi Terjadi Gempa Susulan
Wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali diguncang gempa bumi pada Jumat 17 Oktober 2025 pagi. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan magnitudo 2,9 terjadi pukul 06.50 WIB, berlokasi di koordinat 7,27 Lintang Selatan dan 114,22 Bujur Timur, atau sekitar 51 kilometer tenggara Sumenep, dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG menyebut gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangannya resmi, Jumat 17 Oktober 2025.
Sumenep Tercatat Alami Tiga Kali Gempa dalam Sebulan
Guncangan pada Jumat pagi menambah daftar panjang aktivitas seismik di Sumenep sepanjang Oktober 2025. Sebelumnya, pada Sabtu 11 Oktober 2025 siang, wilayah ini juga diguncang gempa dengan magnitudo 4,2 sekitar pukul 13.07 WIB.
Gempa tersebut berpusat di laut dengan koordinat 7,21 Lintang Selatan dan 114,16 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara Sumenep, pada kedalaman 10 kilometer. Meski tidak menimbulkan potensi tsunami, guncangannya dirasakan warga di pesisir selatan Pulau Madura.
Sebelumnya, gempa kuat magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Sumenep pada Selasa 30 September 2025 pukul 23.49 WIB. Gempa berpusat di laut pada kedalaman 11 kilometer, berjarak sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep.
Akibat guncangan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 29 rumah warga rusak, tersebar di empat kecamatan, yakni Gayam, Nonggunong, Talango, dan Saronggi.
“Dari laporan visual di lapangan, dinding rumah roboh dan puing berserakan ke tanah. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu 1 Oktober 2025.
BMKG: Sudah Terjadi 178 Kali Gempa Susulan
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa gempa berkekuatan besar yang mengguncang Sumenep pada akhir September memicu ratusan gempa susulan (aftershocks) di wilayah perairan Madura bagian timur.
“Hingga Jumat (3 Oktober 2025 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 178 kali gempa susulan. Magnitudo terbesar mencapai M4,4, sedangkan yang terkecil M1,8,” tulis Daryono melalui akun resmi X @DaryonoBMKG.
Ia mengingatkan aktivitas gempa di sekitar Zona Subduksi Jawa Timur bagian utara dan patahan aktif bawah laut Sumenep masih berpotensi menimbulkan gempa-gempa kecil hingga beberapa minggu ke depan.
BMKG dan BNPB mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Sumenep serta pulau-pulau sekitarnya seperti Giligenting, Sapudi, dan Raas untuk tetap waspada, namun tidak panik.
Warga diminta memastikan bangunan tempat tinggal aman terhadap guncangan dan selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan BNPB.
Dengan tiga kali gempa yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari sebulan, Sumenep kini tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi gempa tertinggi di Jawa Timur pada Oktober 2025.
Advertisement