Tak Terima Dirundung, Pria di Jember Habisi Teman Masa Kecil
Polisi mengungkap motif di balik kasus pembunuhan seorang kurir ekspedisi yang jasadnya ditemukan membusuk di rumah kosong di Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Jember. Pelaku berinisial RA, 24 tahun mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati setelah kembali diingatkan pada masa lalunya yang kerap menjadi sasaran perundungan.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Andry Yunni Prasetiyo, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan pemilik rumah yang menemukan sesosok mayat di dalam bangunan kosong miliknya pada Selasa, 9 Juni 2026.
"Dari hasil penyelidikan, keterangan saksi dan pemilik rumah, kecurigaan mengarah kepada anak pemilik rumah. Pelaku kemudian kami amankan pada Rabu dini hari dan mengakui telah melakukan pembunuhan," katanya, Rabu, 10 Juni 2026.
Korban diketahui berinisial SA, 23 tahun dan bekerja sebagai kurir ekspedisi. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku dan korban merupakan teman bermain sejak kecil.
Menurut Andry, peristiwa itu bermula saat pelaku mengajak korban ngopi pada 1 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, korban diduga kembali melontarkan candaan yang mengungkit masa lalu pelaku dan dianggap sebagai bentuk perundungan.
"Pelaku merasa tersinggung karena kembali diingatkan dengan masa lalunya yang sering dibully. Dari situlah kemudian terjadi cekcok yang berujung perkelahian," ujarnya.
Pelaku lalu membawa korban ke rumah kosong milik orang tuanya di wilayah Gumukmas. Di lokasi itu, pertengkaran semakin memanas hingga berujung pada tindak kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Polisi mengungkap, pelaku menggunakan toples kaca yang berada di sekitar lokasi untuk memukul kepala korban. Setelah korban dalam kondisi lemah, pelaku kembali melakukan kekerasan menggunakan sebilah celurit.
"Pada saat kejadian, tersangka mengambil benda-benda yang ada di sekitar lokasi. Toples kaca dipukulkan ke kepala korban, kemudian ada penggunaan senjata tajam yang masih kami dalami melalui pemeriksaan medis," jelasnya.
Korban diperkirakan meninggal pada 1 Juni dan baru ditemukan delapan hari kemudian. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah mengalami pembusukan lanjut dengan sejumlah bagian tubuh menghitam dan lebam. Jasad ditemukan tergeletak di lantai salah satu kamar rumah kosong tersebut.
Polisi memastikan tidak ada kaitan antara pekerjaan korban sebagai kurir dengan kasus pembunuhan tersebut. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi pelaku.
"Saat ini motif, persiapan, dan seluruh rangkaian peristiwa masih terus kami dalami untuk melengkapi proses penyidikan," pungkasnya.