Tausiyah Ramadan PDI Perjuangan Jatim, Ketua LD PWNU Tekankan Pentingnya Jaga Toleransi
DPD PDI Perjuangan Jatim terus menggelar berbagai kegiatan dalam Ramadan 1446 H. Kini, tausiyah diisi oleh Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Jatim, KH Syukron Jazilan, di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya, Jumat 14 Maret 2025.
Ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan keberagaman luar biasa, dari segi budaya, suku, bahasa, dan agama. Oleh karena itu, toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa.
"Kalau tidak ada toleransi, keberagaman ini bisa menjadi ancaman serius bagi persatuan,β tutur Syukron melalui keterangan tertulis.
Di tengah situasi yang penuh tantangan, Syukron mengajak umat Islam untuk menjadikan ibadah puasa Ramadan sebagai momentum untuk menurunkan ego sektoral.
Menurutnya, esensi puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hawa nafsu, termasuk menahan amarah dan kebencian.
βPuasa berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti menjaga nafsu, bukan menghilangkannya. Nafsu itu harus dijaga agar tidak mudah marah, supaya kita menjadi pribadi yang lebih tenang,β ulasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya sikap saling berbuat baik antar sesama manusia. Mengutip kisah Nabi Musa AS yang pernah bertanya kepada Allah SWT tentang cara menyenangkan hati-Nya. Jawaban Allah SWT, beber KH Syukron, adalah dengan membahagiakan orang lain
"Saya melihat selama ini, di Indonesia, khususnya di PDI Perjuangan, toleransi berkembang dengan sangat baik. Nilai-nilai perjuangannya sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW yang mengedepankan Ahlussunnah Wal Jamaah serta ajaran wasathiyah (jalan tengah). Tidak condong ke kanan, tidak juga ke kiri,β tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris PD Bamusi Jatim, Kuswari, mengungkapkan, agenda pengajian Ramadan di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan terus berlanjut hingga puncaknya pada 21 Maret 2025.
βRangkaian ceramah keagamaan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan di PDI Perjuangan. Kami ingin menegaskan bahwa PDI Perjuangan bukan hanya partai politik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keagamaan yang tinggi," kata Kuswari.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno, menegaskan bahwa partainya berkomitmen untuk selalu menjalankan amanat Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
βSebagai partai nasionalis, kami berusaha untuk selalu menjalankan amanat Pancasila, yaitu bersatu dalam perbedaan. Oleh sebab itu, agenda keagamaan kami lakukan dan kami rayakan bersama, karena tujuannya adalah senantiasa hadir bersama rakyat," ujar Untari.
Advertisement