Tim SAR Surabaya Temukan Jasad Perempuan yang Tercebur di Sungai Medokan Semampir
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad remaja perempuan berinisial RAH, yang dilaporkan tenggelam di sungai dekat Jalan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, seusai merapikan kain jemuran di belakang rumahnya, pada Jumat 21 Februari 2025, siang kemarin.
Adapun proses pencarian oleh tim gabungan, yang terdiri atas unsur Basarnas Surabaya, BPBD Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Brimob Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, dan unsur lainnya tersebut telah dimulai sejak kemarin, tak berselang lama setelah remaja 16 tahun tersebut dikabarkan tenggelam saat sedang merapikan jemuran.
Proses pencarian pada hari pertama kemarin tidak menghasilkan apapun dan pencarian dihentikan pada pukul 17.30 WIB. Tim SAR gabungan lalu melanjutkan proses pencarian, dengan menyisir area sekitar sungai, hingga melakukan penyelaman sampai ke dasar sungai. Hasilnya, jasad perempuan malang tersebut berhasil ditemukan petugas hari ini pada pukul 08.44 WIB.
Ketua Tim SAR Gabungan Andy Pamudji, menjelaskan, pihaknya mengerahkan sebanyak tujuh perahu karet yang digunakan untuk menyisir kawasan sekitar sungai. Proses pencarian pun terbagi menjadi dua unit SRU (Search and Rescue Unit) yang berbeda.
"SRU pertama metode pencarian dengan penyelaman di sekitar lokasi, dengan teknik penyapuan di sekitar karang, selanjutnya untuk SRU kedua melaksanakan pencarian dan penyisiran di sepanjang TKP hingga ke area Kebun Raya Mangrove," ucap Andy seusai evakuasi, Sabtu 22 Februari 2025.
Andy juga menjelaskan, korban berhasil ditemukan oleh tim penyelam gabungan pada pukul 08.44 WIB, atau 1 jam 45 menit sesudah dimulainya proses evakuasi hari ini. Korban ditemukan oleh tim penyelam di dasar sungai, dan jaraknya kurang lebih 5 meter dari titik awal RAH tercebur.
"Korban ditemukan di dasar sungai, di kedalaman sekitar 2 sampai 2,5 meter, estimasi memulai pencarian sejak apel pukul 07.00 WIB dan sekitar 1 jam 45 menit kemudian, korban berhasil ditemukan," paparnya.
Sementara, Kapolsek Sukolilo I Made Patra Negara menyebut, jasad korban pun langsung diidentifikasi oleh tim Inafis Polrestabes Surabaya. Jenazah RAH lalu dibawa ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan proses visum oleh petugas.
"Memang tanggal 21 kemarin, ada orang tenggelam, kita berusaha mencari bersama tim gabungan tetapi kemarin belum bisa ditemukan. Pukul 08.44 WIB tadi, korban ditemukan, dan kita bawa ke RSUD Dr Soetomo untuk dilakukan visum, tim inafis sudah melakukan olah TKP, pemeriksaan, dan identifikasi korban yang disaksikan pihak keluarga," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang remaja berinisial RAH, 16 tahun, dilaporkan tenggelam di Sungai Medokan Semampir Indah, Surabaya, Jumat 21 Februari 2025 siang.
Kejadian itu diduga terjadi ketika perempuan tersebut sedang mengemas kain jemuran di belakang rumahnya. Hanya terdapat sandal korban yang ditemukan di pinggir sungai pada pukul 14.02 WIB saat hujan deras, yang menandakan korban tercebur ke sungai.
Merespons kejadian itu, Tim SAR gabungan yang terdiri atas Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Surabaya, BPBD Kota Surabaya, dan Basarnas langsung menuju titik terceburnya korban untuk melakukan pencarian.
Ketua Tim SAR Gabungan Andy Pamudji, menjelaskan, pencarian dilakukan dengan dua metode, yakni penyisiran dengan menggunakan perahu karet sampai menyelam ke dasar sungai.
"Pencarian dilakukan dengan dua metode, penyisiran manual menggunakan perahu karet dan penyelaman. Namun, arus yang deras dan kondisi sungai yang berlumpur membuat proses penyelaman cukup terkendala," ucap Andy, Jumat 21 Februari 2025.
Dirinya juga mengatakan, kedalaman sungai sekitar 2,5 meter dengan dasar sungai yang berlumpur menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelam. Korban pun belum berhasil ditemukan hingga pukul 17.30 WIB dan akan pencarian akan dilanjutkan besok pagi.
"Kondisi ini cukup menyulitkan tim kami dalam melakukan pencarian," ujarnya.
Sementara itu Lurah Medokan Semampir, Moerita mengungkapkan bahwa korban RAH diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi, yang terkadang kambuh mendadak.
"RAH ini sedang bersekolah, tetapi penyakit epilepsinya sering kambuh," jelas Moerita.
Moerita juga mengatakan, RAH yang masih duduk di bangku SMP itu sedang mencuci pakaian. Tidak berselang lama, ibunya melaporkan kepada warga bahwa anaknya hilang dan hanya menyisakan satu sandal di belakang rumah.
"Sudah dilakukan pencarian, namun hingga petang ini belum ditemukan," pungkasnya.
Advertisement