Gunung Semeru Erupsi, Muntahkan Awan Panas 1.000 Meter, Tercatat 26 Kali Gempa
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi dengan memuntahkan awan panas guguran (APG) sejauh 1.000 meter pada Jumat, 29 Mei 2026. Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu disertai letusan dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lereng Gunung Semeru diminta tetap waspada dan mematuhi rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna mengantisipasi potensi bahaya susulan.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru PVMBG, erupsi terjadi pada pukul 20.10 WIB. Awan panas guguran teramati meluncur ke arah tenggara menuju Besuk Kobokan dengan jarak luncur sekitar 1.000 meter dari pusat erupsi.
Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, memiliki posisi geografis di koordinat Latitude -8.108Β° dan Longitude 112.92Β° dengan ketinggian mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dalam laporan pengamatan, kondisi visual gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis level 0-II. Asap kawah tidak teramati, sementara cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan angin lemah mengarah ke barat laut. Suhu udara di kawasan pengamatan berkisar 20 derajat Celsius.
Selain aktivitas erupsi, petugas juga mencatat adanya peningkatan kegempaan vulkanik. Selama periode pengamatan, terekam 26 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10β22 mm dan durasi gempa antara 96 hingga 209 detik.
Tak hanya itu, tercatat 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 44 detik. Sementara itu, 2 kali gempa tektonik jauh juga terjadi dengan amplitudo 2β25 mm, nilai S-P 45β46 detik, dan durasi gempa 105β188 detik.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar radius tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terkena lontaran batu pijar.
Warga di sekitar aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Advertisement