IWAK, Arak Bali yang Ingin Mendunia
Salah satu budaya Indonesia yang kerap diremehkan, tapi di tangan Nathan Santoso, bisa jadi luar biasa. Itulah arak. Ya, arak minuman beralkohol hasil dari fermentasi dan distilasi ini telah menjelma menjadi minuman kelas dunia.
Bermula dari tahun 2021, Nathan yang sedang berlibur di Bali dikenalkan ke seseorang yang disebutnya sebagai βibuβ.
βBeliau memang ibu angkat saya. Bukan hanya dalam segi pekerjaan, tetapi dalam kehidupan pribadi pun, saya sering curhat, ngobrol, diskusi dan tukar pikiran. Selayaknya seorang ibu sebenarnya,β buka Nathan saat ditemui di kantornya yang bernuansa galeri seni di kawasan Darmo, Surabaya.
Nah, sang ibu ini memiliki usaha pembuatan minuman tradisional Bali yakni arak berlabel IWAK Arumery. IWAK berbahan dasar nira bunga kelapa, aren, dan bunga lontar.Β Β Β Β Β
βBerbagai bahan itu difermentasi, distilasi dua kali. Kemudian didiamkan selama dua tahun. Bahkan lebih. Sehingga tercipta aroma dan rasa yang khas,β jelas Nathan.
Tetapi saat itu, minuman ini hanya dijual antar teman sesama penikmat arak lokal. Nathan, sebagai penggiat pemberdayaan UMKM, Rajoetasa, berkeyakinan minuman ini bisa βjadi sesuatuβ.
Akhirnya, Nathan membantu sang ibu, yang saat itu sedang berusaha mendapatkan ijin dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
βBegitu ijin dari BPOM keluar maka minuman arak IWAK Β ini jadi legal dan boleh dijual secara umum. Termasuk kami juga menguruskan pita cukai sebagai minuman beralkohol,β jelas pria lulusan dari salah satu universitas di Boston, Amerika Serikat ini.
Nathan langsung tancap gas. Berbagai konsep branding telah yang telah disiapkan pria 48 tahun ini mulai dieksekusi. Kerjasama dengan berbagai stakeholder juga dijalankan. Termasuk dengan pemerintah provinsi dan pusat. Seperti kementerian perindustrian hingga kementerian ekonomi kreatif.
Selain itu, Nathan juga berusaha membranding IWAK ini menjadi minuman beralkohol khas Indonesia. Bersanding dengan whisky, tequila, rum, dan minuman lainnya dari manca negara.
βKarena arak ini adalah bagian dari budaya Indonesia, jadi saya ingin mengenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional melalui arak IWAK,β begitu visi Nathan yang juga aktif di organisasi Gerakan Fermentasi Nusantara (Fermenusa).
Untuk itu, IWAK kerap hadir di berbagai acara yang berbau internasional seperti G20 di Bali beberapa tahun lalu. βJuga minuman kami sudah masuk di hotel-hotel bintang lima di Bali dan Jakarta yang sering dikunjungi ekspatriat dan wisatawan. Juga berbagai even berskala internasional menggunakan IWAK sebagai welcome drink dan souvenir,β tuturnya bangga.
Memang Nathan memposisikan IWAK ini sebagai minuman yang cocok sebagai teman ngobrol. Di acara gathering misalnya. Atau disajikan di acara high end product launching.
βBukan minuman yang dikonsumsi dengan tujuan mabuk,β imbuhnya. Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Ternyata arak tidak cuma bisa bikin tujuh keliling, tapi bisa juga diajak keliling dunia. Berkat tangan dingin Nathan Santoso.
Advertisement